Hari demi hari berlalu..
Gladis masih tidak habis pikir dengan Noni yang sangat membencinya..
Sedangkan Selo masih saja terus menghubungi Gladis.
Selo masih saja berusaha meyakinkan Gladis bahwa dia tidak ada apa-apa dengan Noni.
Setiap kali Gladis dan Selo membicarakan Noni selalu timbul pertengkaran antara mereka.
Namun Gladis selalu mengalah kepada Selo karena dia tahu Selo bukan tipe orang yang akan mau mengalah. Dia akan terus dan terus melakukan pembelaan. Dan Gladis hanya mampu meng'iya'kan..
Merasa kecewa dengan Selo, Gladis selalu mencari kesenangan sendiri. Entah itu dengan berkumpul dengan teman-temannya atau hanya sekedar bercanda ria dengan Panji di dunia maya..
Suatu hari Gladis bingung dengan perasaannya.
Dia bingung siapa yang sebenarnya benar-benar ada niat untuk mendekati Gladis.
Panji dengan kemisteriusannya yang hanya berani menduga-duga tanpa dia tahu bahwa Gladis sudah menyukainya sejak awal dia bertemu.
Tepat di hari ulang tahunnya Gladis bertemu dengan Selo.
Gladis berharap Selo tahu bahwa dia sedang ulang tahun dan mengucapkan kata selamat.
Namun, tidak dia lakukan. Selo hanya menghubungi Gladis seperti biasanya. Namun, di sore harinya dia mengucapkannya. Yaaa kata-kata yang sangat ingin Gladis dengar.
Di malam hari itu juga dia bertemu dengan Panji. Walaupun Gladis berusaha memilih belajar dengan Panji, namun tidak sama sekali terdengar kata selamat kepadanya. Dia hanya asik menggojloki Gladis dengan Selo.
Si Gladis kecewa. Dia semakin yakin bahwa Panji tidak benar-benar menyukainya...
Seperti biasa Gladis hanya mampu menuliskan curhatannya di blog kesayangannya. Blog yang hanya diketahui oleh Pram teman berbagi ceritanya. Teman pemecah kode-kode yang Panji berikan. Teman yang senantiasa menasehatinya dengan kata-kata yang menusuk. heuheuheu
Hari demi hari berlalu. Gladis masih mengharapkan Selo. Hanya karena Selo terus-terusan menghubungi dia. Setiap kali Gladis ingin melupakannya Selo selalu saja datang dan datang....
Sedangkan Panji hanya berani menampakkan dirinya di sosial media..
Gladis tidak mengerti apa yan diingikan oleh Selo maupun Panji...
To be continued.....
0 komentar:
Posting Komentar